Berdirinya MDTA Hidayatul Mubtadi'in Temukerep

      Dusun Temukerep merupakan salah satu dusun yang berada di Desa Larangan. Dusun Temukerep memiliki jumlah penduduk yang padat kurang lebih 6.500 orang dengan jumlah kepala keluarga 1.300. Kemudian memiliki lembaga pendidikan dimulai dari pendidikan Usia Dini 2 lembaga terdiri dari PAUD Amal Sholeh dan TK Masyitoh, tingkat dasar 3 lembaga terdiri dari 1 MI dan 2 SD, sedangkan untuk tingkat menengah pertama hanya 1 yakni MTs Ma'arif NU 11. namun sungguh disayangkan lembaga setingkat Madrasah Diniyah Dusun Temukerep di bawah naungan Yayasan Munawirusshibyan walaupun berkali-kali mendirikan tidak mampu bertahan lama hanya 1 sampai 2 tahun. 
     Hal inilah yang menjadi pemikiran dari orang tua dan tokoh masyarakat. Perubahan zaman sudah menggerogoti niali-nilai akhlak pada generasi muda. Pengetahuan dan nilai-nilai agamis dikalangan muda sudah jauh dari kata mumpuni. sehingga orang tua memandang jauh ke depan bagaimana generasi 20 tahun kedepan akan seperti apa generasi mudanya. Maka langkah yang ditempuh dari segenap tokoh agama, tokoh masyarakat melalui Yayasan Munawirusshibyan Nahdlatul Ulama (YAMUNNU) ingin membuka kembali sekolah berbasis agama yakni Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah dengan nama MDTA Hidayatul Mubtadi'in. Melalui pembahasan demi pembahasan yang cukup panjang alhamdulillah pada tanggal 21 Juli 2019 ditetapkanlah pembukaan MDTA yang diawali dari sowan ke mbah KH. Dimyati Rois (pengasuh Pondok Pesantren Al Fadlu Kaliwungu) dan beliau merestui tentang berdirinya madrasah diniyah dan dibuka dengan acara selamatan mengundang para kyai, asatidz dan segenap pengurus YAMUNNU. 
     Hari pertama pembukaan pendaftaran dari tingkat SD/MI cukup mengejutkan. pendaftar yang tercatat di pendaftaran mencapai 135 calon santri dan langsung di tes kemampuan dasar para calon santri mulai tanggal 21, 22,dan 23 Juli 2019, materi yang dites adalah kemampuan membaca dan menulis huruf arab kemudain diakhiri dengan pembagian kelas tanggal 25 Juli 2019 terdiri dari kelas 1, 2 dan 3.
     Dengan sarana dan prasarana seadanya MDTA Hidayatul Mubtadi'in menyelenggarakan kegiatan dengan lancar. walau meja tulis untuk santri belum ada namun antusias santri untuk menimba ilmu agama sungguh luar biasa.

Komentar

Postingan Populer